
Perkuat Teaching Factory, SMKN 3 Sorong Integrasikan TEFA dalam Pembelajaran Mendalam Bersama BPPMPV KPTK Gowa
Kota Sorong, 27 Juli 2026 — SMK Negeri 3 Sorong terus memperkuat implementasi Teaching Factory (TEFA) sebagai salah satu pendekatan pembelajaran vokasi yang menghubungkan proses belajar di sekolah dengan budaya, standar, dan kebutuhan dunia kerja.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, SMKN 3 Sorong melaksanakan Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory serta Integrasi Teaching Factory (TEFA) pada Pembelajaran Mendalam, Senin, 27 Juli 2026.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari BPPMPV KPTK Gowa, Bapak Thaha, S.Pd., M.Pd., dan diikuti oleh jajaran manajemen serta guru SMK Negeri 3 Sorong.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sekolah agar implementasi TEFA tidak sekadar berorientasi pada kegiatan produksi atau praktik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran yang terencana, kontekstual, dan bermakna bagi murid.
TEFA Bukan Sekadar Praktik
Dalam pemaparannya, narasumber mengajak para guru untuk melihat Teaching Factory sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan proses pendidikan dengan situasi kerja nyata.
Melalui TEFA, pembelajaran di SMK diarahkan agar murid tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam menyelesaikan pekerjaan, menghasilkan produk atau layanan, bekerja dalam tim, berkomunikasi, serta membangun budaya kerja profesional.
Konsep tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan Pembelajaran Mendalam, karena proses belajar tidak berhenti pada kemampuan mengingat atau memahami materi.
Murid perlu diberikan ruang untuk mengalami, menerapkan, menganalisis, memecahkan masalah, merefleksikan proses kerja, hingga menghasilkan karya atau layanan yang memiliki nilai nyata.
Mengintegrasikan TEFA ke dalam Proses Pembelajaran
Salah satu fokus kegiatan adalah bagaimana konsep Teaching Factory dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di masing-masing program keahlian.
Guru didorong untuk melihat potensi kompetensi yang selama ini diajarkan di kelas dan ruang praktik agar dapat dikembangkan menjadi aktivitas pembelajaran berbasis produk, jasa, proyek, maupun penyelesaian permasalahan nyata.
Dengan pola tersebut, pembelajaran tidak lagi hanya berlangsung melalui skenario latihan, tetapi dapat diarahkan pada proses kerja yang semakin mendekati kondisi sebenarnya di dunia industri.
Integrasi ini juga menjadi kesempatan bagi setiap program keahlian untuk mengidentifikasi potensi unggulan yang dapat dikembangkan melalui TEFA sesuai karakteristik kompetensi, fasilitas sekolah, kebutuhan masyarakat, dan peluang kerja sama dengan mitra industri.
Guru Menjadi Penggerak Utama
Keberhasilan Teaching Factory sangat bergantung pada keterlibatan guru dalam merancang pengalaman belajar yang relevan dengan kompetensi keahlian murid.
Karena itu, kegiatan sosialisasi tidak hanya memberikan pemahaman mengenai konsep TEFA, tetapi juga menjadi ruang diskusi bagi guru untuk melihat hubungan antara tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, aktivitas praktik, proyek, produk atau layanan, hingga asesmen.
Guru diharapkan mampu merancang proses belajar yang membuat murid benar-benar memahami alasan mereka mempelajari suatu kompetensi dan mengetahui bagaimana kompetensi tersebut digunakan dalam kehidupan maupun dunia kerja.
Dengan demikian, aktivitas TEFA bukan menjadi kegiatan yang terpisah dari pembelajaran, melainkan menjadi bagian dari pengalaman belajar murid itu sendiri.
Mendukung Sekolah Model Pembelajaran Mendalam
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah SMKN 3 Sorong dalam memperkuat implementasi Pembelajaran Mendalam di lingkungan sekolah.
Melalui perpaduan Teaching Factory dan Pembelajaran Mendalam, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang semakin kontekstual, relevan, serta memberikan kesempatan lebih luas bagi murid untuk mengembangkan kompetensi teknis maupun keterampilan nonteknis.
Pada saat yang sama, sekolah juga terus mengembangkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk penguatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) sebagai bagian dari transformasi pembelajaran.
Dari Kompetensi Menjadi Produk dan Layanan Nyata
Bagi SMKN 3 Sorong, pengembangan Teaching Factory memiliki potensi besar karena sekolah memiliki berbagai kompetensi keahlian yang dapat dikembangkan menjadi produk maupun layanan nyata.
Melalui penguatan TEFA, kompetensi yang selama ini dipelajari murid di bengkel, laboratorium, maupun ruang praktik dapat diarahkan menuju kegiatan yang lebih produktif.
Murid tidak hanya belajar bagaimana suatu pekerjaan dilakukan, tetapi juga belajar mengenai kualitas produk dan layanan, ketepatan waktu, keselamatan kerja, komunikasi dengan pelanggan, tanggung jawab, kerja sama, serta penyelesaian masalah.
Pengalaman inilah yang diharapkan menjadi salah satu bekal penting ketika murid memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Membangun Ekosistem TEFA SMKN 3 Sorong
Kegiatan bersama BPPMPV KPTK Gowa ini menjadi salah satu tahapan dalam membangun ekosistem Teaching Factory yang semakin kuat di SMKN 3 Sorong.
Sekolah berharap pemahaman yang diperoleh melalui kegiatan sosialisasi dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing program keahlian melalui perencanaan dan implementasi TEFA yang sesuai dengan karakteristik kompetensinya.
BPPMPV KPTK sendiri merupakan unit yang bergerak dalam pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan vokasi pada bidang kelautan, perikanan, teknologi informasi dan komunikasi.
Melalui sinergi, pendampingan, dan penguatan kapasitas guru, SMKN 3 Sorong terus berupaya menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar melalui pengalaman kerja nyata.
Teaching Factory bukan sekadar tempat murid berpraktik. TEFA menjadi ruang belajar tempat kompetensi, karakter, kreativitas, kolaborasi, dan budaya kerja tumbuh melalui pengalaman nyata.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan SMKN 3 Sorong yang adaptif, produktif, inovatif, dan semakin dekat dengan dunia kerja.
