
Sorong, 3 Oktober 2026 — SMK Negeri 3 Sorong melalui Jurusan Otomotif terus memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja melalui pelaksanaan Program Pendidikan Vokasi FUSO dan KTP Mengajar bersama PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan selama lima hari, mulai 29 September hingga 3 Oktober 2026, di Jurusan Otomotif SMKN 3 Sorong.
Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui keterlibatan tenaga pengajar dari industri, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik dan kebutuhan nyata di lingkungan kerja, khususnya pada bidang otomotif.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta didik Jurusan Otomotif mengikuti pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan teknis dengan penerapan standar kerja industri. Materi pembelajaran diberikan melalui pendekatan yang mengedepankan keterampilan praktik, pemahaman teknologi otomotif, prosedur kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, serta sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.

Kegiatan pembelajaran bersama industri juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk berinteraksi langsung dengan praktisi. Peserta didik dapat berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi dan dinamika pekerjaan di sektor otomotif. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik memahami bahwa kompetensi lulusan SMK tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teori dan keterampilan teknis, tetapi juga oleh kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan budaya kerja.
Kepala SMKN 3 Sorong menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melalui Program Pendidikan Vokasi FUSO dan KTP Mengajar. Kolaborasi antara sekolah dan industri dinilai penting dalam memastikan proses pembelajaran di SMK terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kolaborasi dengan dunia industri seperti ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi. Peserta didik mendapatkan pengalaman dan wawasan langsung dari praktisi industri sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kompetensi dan budaya kerja yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan,” ujar Kepala SMKN 3 Sorong.
Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pembelajaran selama program berlangsung, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan kemitraan yang berkelanjutan antara SMKN 3 Sorong dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors. Kemitraan yang kuat antara sekolah dan industri menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang mampu menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja.

Bagi peserta didik Jurusan Otomotif SMKN 3 Sorong, kehadiran Program Pendidikan Vokasi FUSO dan KTP Mengajar menjadi pengalaman pembelajaran yang bernilai. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini mendorong peserta didik untuk memiliki kesiapan kerja, kemampuan beradaptasi, serta sikap profesional yang sesuai dengan tuntutan industri.
SMKN 3 Sorong berkomitmen untuk terus memperluas dan memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri guna menghadirkan pembelajaran vokasi yang relevan, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Melalui sinergi antara sekolah dan industri, diharapkan lulusan SMKN 3 Sorong mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan siap berkontribusi di dunia kerja maupun masyarakat.