Workshop Pembelajaran Berbasis Proyek dan Kewirausahaan

SMK N 3 Sorong sebagai SMK CoE (Center Of Excellence) / Pusat Keunggulan, menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Berbasis Proyek dan Kewirausahaan bertempat di ruang AB pada tanggal 13 s/d 14 Januari 2021.

Acara dimulai pukul 08.00 dengan berdoa bersama dipimpin oleh pembawa acara ( Marlina Tandi Lintin, S.Pi.,S.Pd), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Umar Singgih, S.Pd selaku Pjs. Kepala SMK Negeri 3 Sorong menyampaikan bahwa selama ini sekolah sudah melaksanakan teaching factory tapi belum sempurna. “ Semoga dengan kegiatan ini kita mendapat pencerahan tentang teaching factory sebagai model pembelajaran praktik kejuruan yang akan menyempurnakan kekurangan selama ini,’ katanya.

Pengawas Pembina SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Drs. Manabung Banjarnahor, S.Pd.,MM. mengatakan bahwa peserta didik perlu dilatih untuk menuliskan visi pribadi sehingga mereka punya motivasi besar untuk mewujudkannya. Setelah peserta didik bertemu dengan guru/ orang-orang yang sukses, mereka diminta untuk menuliskan testimoni sehingga mereka tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekitarnya serta bisa merawat visi pribadinya untuk jangka panjang.

Bapak Hengky Tomauhuw, ST.,M.Pd  dalam paparan yang berjudul Teaching Factory sebagai Model Pembelajaran Praktik Kejuruan (Pembelajaran  Berbasis Proyek), menyampaikan teaching Factory adalah suatu wahana/ model pembelajaran praktik pada pendidikan kejuruan  yang melibatkan semua peserta didik untuk berpartisipasi dalam menghasilkan suatu produk ( barang/ jasa) melalui proses pembelajaran yang berbasis indutri dan tidak berorientasi mencari keuntungan. Sedangkan prinsip teaching factory : efisiensi, efektivitas, keterpaduan, dan kolaborasi.

Teaching Factory sebagai Model Pembelajaran Praktik Kejuruan ( Pembelajaran  Berbasis Proyek), menyampaikan teaching Factory adalah suatu wahana/ model pembelajaran praktik pada pendidikan kejuruan  yang melibatkan semua peserta didik untuk berpartisipasi dalam menghasilkan suatu produk ( barang/ jasa) melalui proses pembelajaran yang berbasis indutri dan tidak berorientasi mencari keuntungan. Sedangkan prinsip teaching factory : efisiensi, efektivitas, keterpaduan, dan kolaborasi. Pada kegiatan ini juga dilakukan penyusunan RPP berbasis Proyek (PJBL, TEFA), Digitalisasi Dokumen, Tugas Mandiri, Filosofi KHD dan Budaya Positif

Ibu Serli Liling Allo, ST., MT, memaparkan penyusunan jadwal blok untuk kurikulum SMK Pusat Keunggulan, format penyusunan RPP Projek dan penyusunan job sheet, untuk mengatur pembelajaran Projek yang terpadu.

Acara tersebut dihadiri oleh semua kaprog, guru kejuruan dan  wakasek dan staf waka kurikulum sekolah.

Dalam kegiatan mandiri ini, Bapak ibu guru antusias mulai menyusun program kegiatan berupa RPP berbasis proyek. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Tim Guru SMKN 3 Sorong yang telah mengikuti kegiatan PJBL oleh Dit.PSMK, yakni Ibu Ritha Soplantila, S.Pd.,M.Pd.K, Bapak Hengky Tomauhuw, ST.,M.Pd dan ibu Serli Liling Allo, ST.,MT.

Selama dua hari peserta belajar menyusun jadwal blok dan membuat job sheet sesuai program keahlian masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, misalnya memakai masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer, dll.